Kembali ke Polri, Ini Alasan Novel Baswedan Terima Tawaran Jadi ASN

  • Bagikan
Novel Baswedan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin (30/9). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membeberkan alasannya mau menerima tawaran menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri.

Novel menyebut salah satu alasan dirinya menerima tawaran menjadi (ASN) Polri karena melihat fenomena korupsi semakin masif.

Disisi lain, dia juga menilai kinerja KPK di era kepemimpinan Firli Bahuri semakin menurun dan terkesan tak sungguh-sungguh dalam upaya memberantas korupsi.

“Upaya memberantas korupsi yang dilakukan oleh KPK semakin turun dan pimpinan KPK juga setidak-tidaknya dari pandangan kami, saya, dan kawan-kawan, memandang bahwa kinerjanya juga semakin tidak menunjukkan sesuatu yang sungguh-sungguh atau yang serius dalam memberantas korupsi,” kata Novel di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/12/2021).

Oleh karena itu, Novel menyebut sebagian besar eks pegawai KPK menerima tawaran menjadi ASN Polri.

Terlebih, dari penjelasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dia dengar, Novel menilai ada keseriusan untuk memberantas korupsi yang khusus di bidang pencegahan.

“Dan kami melihat ingin berkontribusi lebih banyak dalam rangka untuk memberantas korupsi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Novel dan 51 eks pegawai KPK lainnya resmi menerima tawaran sebagai ASN Polri.

Keputusan ini dia ambil usai menghadiri undangan sosialisasi Peraturan Polri (Perpol) Nomor 15 Tahun 2021 tentang pengangkatan khusus 57 eks pegawai KPK sebagai ASN Polri di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/12/2021).

  • Bagikan