Nengah Soliana Memilih Gantung Diri, Persoalan Ekonomi Diduga Jadi Pemicu

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BULELENG – Warga Banjar Dinas Kanginan, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, heboh, kemarin (5/12).

Kehebohan dipicu penemuan jenazah Nengah Soliana, 67, yang ditemukan tewas gantung diri. Korban yang berprofesi sebagai petani ini gantung diri menggunakan tali nilon warna biru sepanjang 1,50 meter, jarak tali dengan leher 75 cm, dengan kaki menjuntai di lantai, dan jarak tali dengan tanah 210 cm.

“Korban mengenakan baju kaos warna putih dengan lengan warna biru, celana pendek warna hitam,” ujar Kasihumas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya dilansir dari Baliexpress.id.

Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Tejakula I tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat diperiksa korban mengeluarkan air mani, tetapi tidak mengeluarkan kotoran, lidah menjulur dan kematian diperkirakan sudah terjadi sekitar lebih dari 4 jam.

“Saat ditemukan korban sudah kaku,” bebernya. Dugaan awal, korban meninggal karena persoalan ekonomi keluarga.

Terungkapnya kematian korban bermula ketika korban Nengah Soliana Minggu pagi izin istrinya Nengah Biniasih pergi.

Hanya saja tidak dijelaskan akan pergi ke mana. Sekitar pukul 10.30 wita datang Made Sutawan menanyakan keberadaan korban Nengah Soliana kepada Nengah Biniasih.

Kedatangan Sitawan ke rumah korban dengan tujuan meminjam alat perangkap. Lantaran tak tahu, Biniasih bilang tidak tahu. Karena korban Soliana tidak ada di rumah, Sitawan meminta tolong Biniasih untuk mengambilkan alat perangkap yang diminta.

  • Bagikan