Cegah Kepunahan, Balai Bahasa Sulsel Gelar Lomba Pidato, Puisi, dan Dongeng Berbahasa Daerah

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Balai Bahasa Sulsel menggelar festival model pembelajaran bahasa sastra (tunas bahasa ibu) tingkat sekolah menengah pertama se-Sulsel.

Di dalamnya terdapat kegiatan seperti dongeng, pidato, dan baca puisi antar SMP di 24 Kabupaten Kota di Sulsel.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. E. Aminudin Aziz, langkah ini sebagai upaya pencegahan punahnya penutur bahasa ibu atau bahasa lokal yang tiap tahun menurun.

“Secara global penutur muda menurun jumlah penuturnya. Cara ini sebuah pendekatan baru membangkitkan semangat menggunakan bahasa ibu,”katanya, Selasa (7/12/201).

Aminuddin melanjutkan, sasaran kegiatan ini merupakan siswa yang notabenenya berusia muda. Sebab merekalah yang akan banyak menggunakan bahasa di masa depan.

“Melalui sekolah karena di situ ada penutur muda, SD SMP SMA yang kemudian akan menjadi pengguna bahasa daerah aktif berbasis sekolah yang didukung masyarakat,”bebernya.

Aminuddin mengungkapkan, ada empat yang memengaruhi menurunkannya penutur bahasa, yang pertema, sikap bahasa, kedua migrasi dari wilayah lain, ketiga kawin silang antar etnis, keempat faktor bencana alam atau penyakit yang kemudian penutur meninggal.

“Festival bentuk apreasiasi semangat generasi muda dalam melestarikan bahasa daerah supaya mereka konsisten sekaligus mengecek sejauh mana keberhasilan pembelajaran ini,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sulsel Zaenab mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mengangkat harkat dan martabat bahasa daerah di Sulsel.

  • Bagikan