Cerita Nuraini, Belasan Tahun Tinggal di Rumah Warisan yang Langganan Banjir

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Bagai rutinitas tahunan, Nuraini menjadi langganan banjir di rumahnya, Perumahan Swadaya Mas Blok 1, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Makassar.

Nuraini yang merupakan ibu dua anak ini mengaku sudah terbiasa dengan bencana banjir. Meskipun kerap kali direpotkan dengan menyelamatkan harta benda miliknya dari genangan banjir, hingga dirinya ikut dievakuasi ke tempat aman selama banjir berlangsung.

Nuraini mengaku sama sekali tak punya niatan untuk angkat kaki dengan cara menjual rumahnya itu. Baginya, rumah itu adalah kenangan yang sangat berarti bagi dirinya sehingga tak ada alasan apa pun untuk menjual rumah tersebut.

"Biar bagaimana itu kan rumah peninggalan almarhum suamiku. Iya (banyak kenangannya). Saya di sini sudah 14 tahun tinggal dan banjir terus," katanya, kepada Fajar.co.id, Selasa (7/12/2021).

Ragam upaya telah ia lakukan meski berkali-kali dihantam banjir setiap tahun. Namun apa daya, upaya yang ia lakukan ternyata tak maksimal hingga ia dan dua anaknya harus mengungsi di Masjid At Thoyyibah yang tak jauh dari rumahnya itu.

"Saya kan sudah timbun satu meter karena banjir biasa sampai paha. Sudah saya timbun, barusan lagi ini tinggi sekali. Biasanya cuman sejengkal tingginya," tambahnya.

Selama menempati kawasan yang jadi sasaran empuk bencana banjir, Nuraini mengaku tak pernah mendengar ada korban yang meninggal dunia.

Semua warga yang menjadi korban banjir memilih mengungsi bila curah hujan sudah tak bisa diantisipasi hingga ketinggian air membuatnya harus mengungsi.

  • Bagikan