Empat Jembatan di Pulau Lombok Putus akibat Banjir, 3.213 KK Terdampak

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, LOMBOK – Banjir parah yang menerjang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat guyuran hujan lebat yang terjadi sejak Minggu (5/12) sore mengakibatkan empat jembatan putus.

Yakni jembatan di Desa Lembah Sari, dan jembatan di Desa Meninting Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, satu jembatan penghubung Dusun Bentek Induk dengan Dusun Lebah Sari, Kabupaten Lombok Utara, serta jembatan depan terminal baru Kota Bima.

Berdasar data BPBD, sampai hari ini ada 3.213 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di beberapa kabupaten/kota di Provinsi NTB. “Itu laporan sementara yang kami terima dari tiga kabupaten/kota yang terdampak banjir cukup parah,” kata Kepala BPBD NTB H Sahdan.

Menurut H Sahdan, ribuan keluarga yang terdampak banjir tersebar di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 923 keluarga, Kabupaten Lombok Utara sebanyak 115 keluarga, dan Kota Bima sebanyak 2.175 keluarga.

Khusus di Kabupaten Lombok Barat, kata Sahdan, terdapat korban jiwa sebanyak empat orang, dan satu korban masih belum ditemukan. Selain itu, tujuh orang warga mengalami luka-luka akibat banjir bandang disertai tanah longsor di Dusun Batulayar Utara, Desa Batulayar Barat.

“Untuk data jumlah rumah yang rusak akibat banjir dan longsor masih dalam proses pendataan,” ujar H Sahdan.

Ia mengatakan pihaknya bersama BPBD kabupaten/kota masih terus melakukan proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. BPBD NTB, bersama Dinas Sosial NTB serta pemerintah kabupaten/kota saat ini sedang menyalurkan bantuan makanan siap saji, serta kebutuhan logistik lainnya yang dibutuhkan korban.

  • Bagikan