Pemerintah Batalkan Kebijakan PPKM Level 3 saat Nataru, Begini Respons Anggota Komisi IX

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID — Pembatalan kebijakan PPKM Level 3 saat natal dan tahun baru (nataru) kini jadi perbincangan hangat publik. Banyak yang merespons positif, namun tidak sedikit yang mengkritik.

Hal itu pun jadi perhatian anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. Dia mengaku belum tahu detail alasan pemerintah membatalkan aturan PPKM level 3 pada masa Nataru. Alasan yang ditangkapnya, pemerintah ingin membuat kebijakan yang seimbang di seluruh wilayah di Indonesia. Sebab, tidak semua daerah memiliki kondisi yang sama. Apalagi, Indonesia saat ini dinilai jauh lebih siap dibandingkan tahun lalu.

“Katanya, saat ini masyarakat Indonesia mayoritas sudah divaksin, testing dan tracing masih dilaksanakan dengan baik, vaksin untuk lansia diprioritaskan, dan lain-lain. Dari sisi ini, Indonesia lebih siap dibandingkan nataru tahun lalu,” katanya.

Namun demikian, lanjut Saleh, perubahan kebijakan ini tetap mendapat sorotan dari masyarakat. Sebab, aturan itu belum berjalan, sudah dievaluasi dan diganti. Kelihatan bahwa pemerintah belum melakukan kajian dari seluruh aspek sebelum menetapkan kebijakan tersebut. Dia pun menduga ada beberapa hal yang menyebabkan pemerintah merubah kebijakan tersebut.

Pertama, adanya penolakan dari sebagian anggota masyarakat. Penolakan ini banyak disampaikan terutama lewat media sosial. Tidak hanya menolak, masyarakat juga memberikan kritikan dan saran atas kebijakan tersebut.

Kedua, ada sebagian ahli dan akademisi yang juga memberikan pandangan yang menyatakan tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Pemerintah kelihatannya mendengarkan masukan ini. Terbukti, ada argumen yang disampaikan pemerintah yang didasarkan pada pandangan dan masukan para ahli tersebut.

  • Bagikan