Kecelakaan Bus Transjakarta Sudah 8 Kali, Deddy Herlambang Sebut Preseden Buruk Angkutan Umum

  • Bagikan
Petugas saat mencoba mengevakuasi bus TransJakarta yang menabrak separator di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (3/12/2021). Menurut petugas penyebab kecelakaan bus TransJakarta bernomor polisi B 7277 TGC itu diduga akibat sopir yang kurang konsentrasi saat mengemudi. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kecelakaan bus Transjakarta (TJ) kembali terjadi pada Senin (6/12) lalu sekitar pukul 21.50 WIB yang menyebabkan seorang pejalan kaki meninggal dunia. Tercatat dalam kurun waktu 40 hari, setidaknya telah terjadi 8 kecelakaan yang disebabkan oleh bis Transjakarta.

Direktur Eksekutif Institusi Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang pun menyampaikan kejadian ini sangat memprihatikan. Sebab, akan menjadi preseden buruk angkutan umum di Tanah Air.

“Dengan banyaknya kejadian kecelakaan di TJ yang terjadi serial yang hampir tiap hari menjadikan outcome negatif,” ungkap dia dalam keterangannya, Rabu (8/12).

Dengan banyaknya kecelakaan tersebut dan berulang-ulang, maka TJ harus bertanggung jawab dengan mengembalikan kepercayaan publik untuk percaya menggunakan angkutan umum. Jika tidak, maka masyarakat akan semakin enggan memakai transportasi publik karena mempertimbangkan keselamatan.

“Kenyataan ini menjadi terganggunya konsep TDM (transport demand management) yang mengakibatkan masyarakat takut menggunakan angkutan umum,” tutur Deddy.

Menurutnya, saat ini sangat perlu revolusi manajemen TJ secara total, bila perlu adakan pergantian direksi baru yang lebih segar. Mengingat buruknya kinerja keselamatan TJ, ini sama saja dengan buruknya pengawasan dari direksi sampai ke bottom management.

“Mendesak perlu audit pada manajemen pengawasan, manajemen keselamatan, manajemen resiko manajemen keuangan, manajemen SDM dan lain-lain dalam tubuh organisasi TJ,” tandas dia. (jpg/fajar)

  • Bagikan