Menag Ungkap Empat Strategi Penguatan Implementasi Pendidikan Antikorupsi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkap empat strategi penguatan implementasi pendidikan antikorupsi melalui pembangunan integritas ekosistem pendidikan di sekolah dan madrasah. Sebab, pendidikan memegang peran penting dalam mengubah perilaku.

“Pendidikan bukan hanya sekedar transformasi pengetahuan, namun ia juga sekaligus menjadi media internalisasi nilai-nilai agar menjadi tradisi yang baik,” ungkap dia secara daring, Rabu (8/12).

Adapun, strategi penting pertama yang perlu ditanamkan kepada peserta didik terkait pendidikan antikorupsi adalah melalui penyisipan nilai kejujuran, keikhlasan, disiplin, tanggung jawab, empati, dan lain sebagainya. Itu menjadi visi bersama para pendidik untuk menginternalisasikan nilai-nilai mulia kepada peserta didik.

“Menanamkan kejujuran harus masuk dalam semua aspek. Bisa dimulai dengan memberikan dorongan kepada peserta didik agar senantiasa jujur ketika mengerjakan ulangan, sportif terhadap kawan-kompetitornya, berdisiplin dalam masuk kelas maupun mengerjakan tugas, dan lain sebagainya,” terang Gus Menteri.

Kedua, integrasi dalam mata pelajaran dengan substansi pendidikan moral. Utamanya, pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan agama yang merupakan mata pelajaran relevan untuk menyampaikan nilai-nilai baik, meski tidak tertutup kemungkinan mapel lainnya.

Dalam pendidikan agama, nilai-nilai anti korupsi tersebut diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Al-Quran, Hadis, Akhlak, dan Fiqh, tanpa harus menyebut pendidikan antikorupsi. Demikian juga Mata Pelajaran Agama lainnya.

“Tentunya kita sangat berterimakasih kepada para guru, khususnya guru agama yang intens menanamkan pentingnya nilai-nilai mulia tersebut meski tanpa instruksi untuk menanamkan pendidikan antikorupsi,” ujar Menag.

  • Bagikan