Menteri Keuangan Sri Mulyani: Korupsi Penghianatan Besar

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, tindak pidana korupsi merupakan suatu pengkhianatan besar. Sebab, dalam Kementerian Keuangan sangat mengikrarkan untuk menjaga integritas dengan amanah.

“Tentu kita kecewa kalau di antara jajaran kita ada yang masih melakukan tindakan korupsi, itu penghianatan, itu betul-betul penghianatan,” kata Sri Mulyani secara virtual, Rabu (8/12).

Sri Mulyani melanjutkan, jika seandainya ada pihak yang melakukan korupsi artinya orang tersebut mengkhianati semua orang. Meskipun demikan, tidak boleh terlalu larut dalam kekecewaan dan harus segera melakukan perbaikan. Sebab, hal itu merupakan sebuah peringatan terkait apa yang harus diperbaiki dalam sebuah sistem.

Menurutnya, akuntabilitas menjadi syarat mutlak, sehingga korupsi benar-benar tidak terjadi di lingkup pemerintahan. Sehingga, pihaknya selalu mengutamakan berbagai sistem pencegahan korupsi di tubuh Kemenkeu.

Ia mengungkapkan, pihaknya selalu melakukan survei anti korupsi setiap tahunnya. Pada tahun 2019 mendapatkan skor 87,65, kemudian 91,401 untuk tahun 2019 dan 88, 96 untuk tahun 2020. Hasil skor tersebut menunjukkan bahwa Kementerian Keuangan termasuk institusi yang berpredikat risiko rendah.

Meskipun sudah mendapatkan skor yang baik, kata Sri Mulyani, bukan berarti tidak menghadapi risiko. “Kalau ada kejadian kasus anak buah kita yang punya potensi, itu alarm. Kita pelajari lagi apa yang kurang apa yang harus diperkuat,” katanya.

  • Bagikan