Polwan yang Dipukuli Oknum Rider 631 Ternyata Anak Perwira TNI

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, PALANGKARAYA– Pimpinan Polda Kalimantan Tengah, menyambangi Markas Korem 102/Panju Panjung, Palangkaraya untuk bertemu dan meluruskan peristiwa pemukulan terhadap Bripda Tazkia Nabila Supriadi yang diduga dilakukan tiga oknum TNI AD dari Batalion Rider 631/Antang.

Bripda Tazkia merupakan anak seorang perwira TNI. Ayahnya bernama Kapten CPM Mochammad Adzan Supriadi yang sempat bertugas di DENPOM XII/2 Palangkaraya.

Namun, ayah Tazkia sudah meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran di rumah dinasnya pada 2018 silam.

“Kejadian itu murni kesalahpahaman semata,” kata Kepala Penerangan Korem 102/Panju Panjung, Mayor Infantri Mahsun Abadi saat jumpa pers di aula Markas Komando Korem 102/Panju Panjung, Palangkaraya, Rabu (8/12/2021).

Pemukulan terhadap Polwan yang merupakan anggota Raimas Polda Kalteng itu terjadi di salah satu kafe di Palangkaraya, Sabtu (4/12/2021) malam. Aksi pemukulan itu pun sempat viral di media sosial (medsos).

Ia pun menyampaikan kedua belah pihak sudah saling memaafkan satu sama lainnya. Hanya, sesuai arahan pimpinan, siapa pun yang terlibat dalam kesalahpahaman itu, akan ditindak sesuai undang-undang dan aturan hukum yang berlaku.

“Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga, sinergitas TNI-Polri harus tetap dirawat dan diperkuat, itu merupakan hal yang mutlak,” kata Abadi.

Dalam kesempatan itu, ia menambahkan bahwa tiga oknum TNI AD yang diduga terlibat telah diperiksa.

  • Bagikan