Soal Pengungsi Semeru, Gubernur Jatim Pikirkan Opsi Hunian Sementara

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAWA TIMUR — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mulai menyiapkan opsi hunian sementara bagi pengungsi erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Opsi itu harus dipikirkan pada masa tanggap bencana 14 hari ini.

”Pada kondisi seperti ini harus ada opsi hunian sementara atau huntara untuk memberi tempat bernaung dan berlindung lebih aman. Karena tinggal di pengungsian tidak boleh terlalu lama,” tutur Khofifah, Rabu (8/12).

Hingga saat ini, terdapat 4.250 pengungsi yang tercatat. Salah satu faktor yang harus dipikirkan semua pihak, menurut Khofifah, adalah kondisi di mana pengungsi harus tidur bersama banyak orang yang tidak saling kenal. Pengungsi butuh adaptasi khusus.

”Ada yang mengambil posisi tidur di luar gedung tempat pengungsian. Bila berhari-hari dengan cuaca dingin bahkan hujan seperti saat ini, yang tidak terbiasa dihawatirkan kondisi badannya bisa drop,” ungkap Khofifah.

Saat ini, pemprov masih melakukan pemetaan terkait berbagai permasalahan yang dirasakan pengungsi sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan untuk pengungsi. Terutama bagi pengungsi kategori ibu hamil, difable, anak-anak, dan lansia.

”Tolong dibantu pemetaan bagaimana di area pengungsian ini memungkinkan anak-anak lebih nyaman. Untuk lokasi anak-anak bisa dibantu komunikasikan dengan pengelola pengungsian pun termasuk untuk lansia, ibu hamil, dan difable. Karena makanan anak-anak harus disiapkan tersendiri apalagi yang masih bayi atau balita, karena di dapur umum seringkali makanan hanaya untuk orang dewasa,” papar Khofifah.

  • Bagikan