Tiga Kecamatan di Soppeng Status Evakuasi, Bocah 2 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SOPPENG — Debit air di Bumi Latemmamala, Soppeng semakin meninggi. Sudah sampai pinggang orang dewas. Tiga kecamatan pun status evakuasi.

Keseluruhan ada lima kecamatan yang terjadi banjir yakni Kecamatan Lilirilau, Lalabata, Ganra, Donri-donri, dan Marioriawa. Paling parah tiga kecamatan yakni, Lalabata, Ganra, dan Donri-Donri.

“Ratusan orang dievakuasi. Karena Ketinggian air sampai atas pinggang orang dewasa di tiga kecamatan itu,” kata Kepala Pos SAR Bone, Febrianto Tri Setiawan kepada FAJAR Rabu (8/12/2021)

Kata dia, saat ini Tim SAR gabungan membuat poski di Kelurahan Cabbenge, Kecamatan Lilirilau. Di posko air juga sudah sampai lutut orang dewasa, dan sudah masuk di rumah masyarakat.

Ada 7 personel SAR Bone dibawah ke Soppeng, perahu karet satu unit. Mereka melakukan pencarian anak kecil yang masih berumur dua tahun. Dia terbawa arus Sungai Walanae.

“Rumahnya itu dipinggir sungai. Sore kemarin kita melakukan pencarian, hasilnya masih nihil. Pukul 17.30 Wita dihentikan sementara dan dilanjutkan pagi ini,” bebernya.

Sedangkan untuk Muhammad Akbar (8) yang hanyut waktu banjir hari pertama di Desa Leworeng sudah ditemukan dalam kondisi meninggal. Dia ditemukan 100 meter dari rumahnya.

Sementara salah seorang warga Marioriawa, Arman menuturkan, air sudah semakin naik. Ketinggian air sampai 1 Meter. Bahkan di titik tertentu ada yang sudah di atas 2 Meter. “Itu kalau ke arah Danau Tempe. Ketinggiannya di sekitar rumah warga sudah masuk status evakuasi,” sebutnya.

  • Bagikan