Digeledah Kejati Soal Dugaan Korupsi Bonus dan Tantiem, Direksi PDAM: Kami Tak Tutupi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Penggeledahan di kantor PDAM Makassar, Jalan Dr Sam Ratulangi telah dilakukan. Sejumlah boks pun disita oleh aparat dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Kamis pagi (9/12/2021) hingga pukul 13.10 WITA.

Pj Direktur PDAM Makassar, Beni Iskandar membenarkan itu. Dia bilang, penggeledahan di kantornya itu terkait kasus dugaan korupsi penyelewengan anggaran dana bonus pegawai dan tantiem tahun 2017 hingga 2019.

Hal ini merupakan temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI. Beni mengaku, pihaknya terbuka kepada aparat dan mengaku tak menutupi kasus ini.

“Kasus yang kemarin terkait dana pensiun terkait rekomendasi BPK. Iya (kelebihan pembayaran dan dugaan penyelewengan),” kata Beni kepada wartawan usai penggeledahan.

Terkait sejumlah berkas yang diambil Kejati Sulsel sebagai barang sitaan, lanjut Beni, barang itu merupakan dokumen terkait tantiem pegawai.

“Ada beberapa dokumen terkait tantiem pegawai,” benernya.

Selama penggeledahan berlangsung, Beni melihat beberapa ruangan sempat digeledah oleh pihak Kejati Sulsel dan mendapat pengawalan ketat dari Brimob Polda Sulsel.

“Di ruangan anggaran dan di beberapa ruangan (digeledah). Saya mewakili teman direksi memang tak mengawal karena ini kan kita independensi. Silakan kalau mau menggeledah. Kita tidak ikut melakukan menyembunyikan. Tidak,” jelas Beni yang mengakui.

Sekadar diketahui, penggeledahan ini adalah tindaklanjut dari temukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ihwal dugaan korupsi pembayaran bonus dan tantiem pegawai PDAM Makassar pada tahun 2019 hingga 2019.

  • Bagikan