Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Sejumlah Jalan di Makassar Macet

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah Massa padati jalan di Makassar Sulawesi Selatan dalam rangka aksi demonstrasi untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia), Kamis, (9/12/2021).

Dalam pantauan Fajar.co.id, beberapa titik aksi tersebut terjadi di Jalan A.P Pettarani dan Urip Sumoharjo khususnya di depan Kejati Sulsel dan Universitas Muslim Indonesia.

Akibat dari demonstrasi ini, kemacetan tidak hanya terjadi di jalan tersebut tetapi juga merembes di sejumlah jalan lainnya.

Dalam aksi yang mengatasnamakan Gerakan Aktivitas Mahasiswa (GAM) ini menyinggung beberapa kasus mega korupsi dengan kerugian negara luar biasa diantaranva skandal Rank Century dengan kerugian negara sebesar Rp. 7,4 Triliun, skandal BLBI sebesar Rp 2000 Triliun, skandal E-KTP 2,3 Triliun, Skandal PT. Asabri Rp 16 Triliun, kasus Jiwasraya Rp 16,81 Triliun, dan proyek Hambalang sebesar Rp 706 Milyar.

“Kasus mega korupsi yang paling memprihatinkan adalah kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) dengan tersangka mantan mensos Juliari Batubara. Kasus korupsi yang dengan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp2 Triliun dan yang paling ironis, dilakukan dalam kondisi pandemi Covid-19,” kata Jenderal Lapangan GAM, Panji.

Menurutnya, berbagai kasus korupsi besar yang muncul memiliki pola dan karakteristik yang hampir sama, yakni terstruktur, tersistematis, dan massif.

“Korupsi struktural bagaikan jaring laba-laba. Tipe korupsi yang melibatkan ranah kekuasaan inlah yang menyebabkan korupsi di Indonesia sulit untuki diberantas. Banyak kepentingan politik yang bermain, antar simpul jaringan dan jejaring kekuasaan saling melindungi satu sama lain. Hanya oknum kelas teri yang dikorbankan. Namun akar dan sumber korupsi tak pernah tersentuh,” jelasnya.

  • Bagikan