Polres Butur Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Dana Desa

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Polres Buton Utara menetapkan dua orang tersangka berinisial EA dan HY dalam Kasus dugaan tindak Pidana Korupsi penyalahgunaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2019 dan TA 2020 di Desa Kasulatombi, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Buton Utara AKBP Bungin Misalayuk dalam rilisnya kepada fajar.co.id, Kamis (9/12).

“Adapun total anggaran Dana Desa TA 2019 sebesar Rp. 890.021.000,- yakni proyek rumah dermaga Rp. 76.650.000,- dengan indikasi kerugian negara Rp. 39.040.880,- , Jalan Usaha Tani sebesar Rp. 312.200.000,- dengan indikasi kerugian negara sebesar Rp. 105.224.260,- , Jalan Lingkungan Rp. 93.800.000,-, dengan indikasi kerugian negara Rp. 29.179.000,- , dan Saluran Drainase Rp. 252.370.000,- dengan indikasi kerugian negara sebesar Rp. 63.448.700,-,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk Dana Desa TA 2020 sebesar Rp. 903.806.000,- dengan jenis kegiatan dengan indikasi kerugian yakni proyek Lapangan Futsal sebesar Rp. 534.914.200,- dengan indikasi kerugian negara sebesar Rp. 294.617.250,-, penyertaan dana BUMDES TA 2019 dan TA 2020 indikasi kerugian negara sebesar Rp. 90.380.600,-

“Jadi total kerugian negara sebesar Rp 628.149.665,” ujarnya

Ia juga menjelaskan, bahwa modus operandi kedua tersangka, bahwa dalam proses pengelolaan Dana Desa, tersangka EA dan HY tidak melibatkan Sekretaris Desa dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dalam kegiatan fisik pembangunan desa berupa pembangunan rumah dermaga, jalan usaha tani, jalan lingkungan, saluran drainase, dan pekerjaan pembangunan lapangan futsal.

  • Bagikan