Sri Mulyani Sebut Perilaku Korupsi Membuat Ekonomi Terganggu

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, perilaku tindak pidana korupsi dapat membuat ekonomi negara ikut terganggu. Bahkan, korupsi menjadi penyakit yang paling berbahaya sehingga harus dihindari.

“Korupsi akan menurunkan kinerja ekonomi dan akan menurunkan kinerja dari sistem demokrasi. Ini penyakit yang ada dan bisa menghinggapi dan menggerus fondasi masyarakat dan negara,” kata Sri Mulyani dalam webinar Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Kamis (9/12).

Sri Mulyani melanjutkan, korupsi juga dapat menjalar ke segala aspek diantaranya dapat membuat produktifitas kinerja dan kegiatan menjadi terganggu, mengganggu investasi dan kesempatan kerja, hingga membuat kemiskinan menjadi meningkat.

Ia menekankan, akibat yang ditimbulkan dari perilaku korupsi di lingkungan pemerintahan adalah ketidakpercayaan masyarakat kepada pemangku kebijakan. Sehingga dapat berpotensi menimbulkan gejolak sosial politik hingga kesenjangan yang luar biasa.

“Masyarakat tak lagi bisa percaya pemerintah yang korup,” ucapnya.

Kebiasaan korupsi, kata Sri Mulyani, juga membuat pemerintahan tidak transparan karena ada transaksi jual beli jabatan. Namun, pencegahan korupsi harus dilakukan untuk pembangunan sistem yang kuat.

Dengan demikian, penguatan karakter anti korupsi sangat diperlukan. Hal itu untuk memahami apa yang menjadi hak dan apa yang tidak boleh atau boleh dilakukan. “Integritas adalah akuntabilitas ditambah dengan kompetensi dan etika, minus korupsi,” pungkasnya. (jpg/fajar)

  • Bagikan