Terus Muncul Varian Baru Covid-19, Wiku Adisasmito: Vaksin Dapat Mencegah Terbentuknya Varian Baru

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Munculnya berbagai varian dari virus Sars-Cov2 yang menyebabkan pandemi Covid-19 masih akan terus terjadi. Untuk mengakhiri pandemi, dibutuhkan kerja sama yang solid antar negara untuk membatasi penularan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan hadirnya varian terbaru, Omicron atau B.1.1.529 kini telah meluas hingga 57 negara. Sebelumnya, ditemukan berbagai varian Covid-19 seperti Alfa, Beta, Gamma, MU serta Delta yang dominan menyebabkan lonjakan kasus di beberapa negara.

“Munculnya Omicron seyogyanya hanya menjadi pengingat bahwa pandemi merupakan tantangan global. Tantangan yang tidak akan selesai apabila hanya beberapa negara saja yang berhasil mengendalikan kasus,” kata Prof Wiku secara virtual dalam keterangan Satgas Covid-19, Jumat (10/12).

Menurutnya dibutuhkan pendekatan global dalam penanganan pandemi. Karena, meskipun pandemi terjadi di seluruh dunia, nyatanya hingga saat ini belum semua negara memiliki akses yang sama terhadap vaksin, obat dan alat kesehatan.

“Sebagai contoh kesetaraan akses vaksin. Berbagai literatur termasuk publikasi Nisen tahun 2022 menyatakan terdapat lebih banyak variasi varian Covid-19 pada kelompok-kelompok yang belum divaksin. Sayangnya, tidak semua negara memiliki akses yang setara terhadap vaksin. Padahal, varian baru dapat berdampak luas tanpa memandang batas negara. Sehingga disimpulkan, vaksin dapat mencegah terbentuknya varian baru,” kata Prof Wiku.

Menurutnya identifikasi perubahan genetik atau mutasi virus merupakan hal yang mudah dan cepat untuk dilakukan di laboratorium. Namun tidak semua perubahan genetik ini mengubah karakteristik virus.

  • Bagikan