Wacana Konversi Bank Sulselbar ke Syariah, Prof Marzuki: Berbasis pada Prospek Bisnis, Bukan Ideologi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wacana konversi bank Sulselbar menjadi bank syariah terus mencuat.

Bahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulselbar yang diselenggarakan di Hotel Claro Makassar, Jumat, (10/12/2021) sempat dipresentasikan oleh lembaga pengkaji.

Hanya saja, sejumlah pemegang saham meminta waktu untuk pengkajian lebih dalam.

“Masukan-masukan pemegang saham utama dari Bupati dan Wali Kota itu seharusnya jangan terlalu cepat katanya. Tapi itu sudah menjadi keputusan RUPS bulan Juni. Tetapi tetap juga harus dikaji lagi,” kata Komisaris Independen Bank Sulselbar, Prof Marzuki.

Dia menyebut, untuk melakukan konversi Bank BPD ke Bank Syariah memang bukan hal yang mudah.

Dalam forum itu kata dia, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengungkapkan bahwa OJK sendiri telah minta peraturan perubahan ke konversi dibatalkan.

“Tentu pemegang saham jadi bingung. Kenapa kita membahas untuk memutuskan ini, tetapi orang yang bertanggung jawab sendiri sudah minta untuk dibatalkan. Logikanya begitu,” jelas Guru Besar Fakultas Ekonomi Unhas tersebut.

Selain itu juga, yang menjadi salah satu alasan pemegang saham adalah melihat konversi bank ini sebagai bagian dari praktik keyakinan ataupun ideologi. Mereka melihat masyarakat Toraja yang ada di Sulawesi Selatan yang dominan non muslim.

Padahal menurut Marzuki, konversi bank ini pada dasarnya lebih kepada tujuan praktik bisnis.

  • Bagikan