Membantu Janda Lebih Baik Dibanding Habiskan Uang Rayakan Malam Tahun Baru

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pergantian tahun masehi dari 2021 ke 2022 tinggal beberapa hari lagi. Momen ini kerap disambut dengan berbagai macam pesta. Khususnya bagi remaja saat ini.

Perayaan malam tahun baru masehi sendiri ternyata tak bermanfaat. Bahkan dilarang dalam ajaran Islam, karena akan mengikuti budaya orang kafir. Salah satunya meniup terompet.

Penceramah Ustaz Khalid Basalamah, menyampaikan, perayaan malam tahun baru justru hanya menyisakan kerugian materil. Seperti membeli petasan yang tak ada manfaatnya.

Alangkah baiknya bila uang yang dipakai untuk beli petasan atau terompet, dialihkan untuk membantu janda miskin di sekitaran kita.

“Yang kalau dibangunkan masjid, membantu janda, orang miskin. Bisa jadi pahala. Begadang, merayakan di diskotik, lahaula walaupun quwwata illabillah,” kata Khalid, dalam kanal Youtube Khalid Basalamah Official dikutip Fajar.co.id

“Apalagi perayaan malam tahun baru. Apa masalahnya bila tak merayakan malam tahun baru masehi. Tidak pernah merayakan semua itu,” sambung alumni Universitas Islam Madinah ini.

Tidak ada ajaran tentang umat Islam boleh merayakan pesta pergantian tahun. Bahkan Islam melarangnya karena itu budaya orang kafir.

Pada zaman nabi, lanjut Khalid, para sahabat pernah ditegur soal gaya rambutnya yang mirip dengan orang kafir. Nabi pun perintahkan sahabatnya untuk mengubah gaya rambutnya itu.

“Nabi SAW pernah menyuruh para sahabat untuk mengubah arah sisir rambutnya karena menyerupai (gaya) sisir orang kafir. Penampilan, gelagat, kita suruh jauhi mereka,” tandasnya. (Ishak/fajar)

  • Bagikan