Tutup Kongres Ekonomi Umat II MUI, Ma’ruf Amin Ingin Pertumbuhan Ekonomi Bisa Kurangi Ketimpangan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menutup Kongres Ekonomi Umat II Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wapres Ma’ruf menekankan bahwa ekonomi syariah yang ingin dibangun adalah perekonomian inklusif.

“Kita ingin melihat pertumbuhan ekonomi yang bisa mengurangi ketimpangan, baik dari sisi pendapatan, gender maupun wilayah,” kata Ma’ruf dalam penutupan kongres secara virtual, Minggu (12/12).

Dia menambahkan untuk mengembangkan usaha syariah, diperlukan penyemaian pelaku usaha melalui program pengembangan terpadu.

Perluasan usaha syariah perlu ditopang program penyemaian pelaku usaha melalui pusat-pusat inkubasi bisnis di berbagai daerah. Ma’ruf Amin menekankan keterlibatan pelaku usaha di dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sangatlah penting.

Dia berharap MUI turut berkontribusi mendorong pelaku usaha syariah melalui pusat inkubasi bisnis. Kongres Ekonomi Umat II MUI yang diselenggarakan mulai 10-12 Desember 2021 melahirkan Resolusi Jihad Ekonomi Umat.

“Kongres Ekonomi Umat ini fokus bagaimana umat Islam di Indonesia yang merupakan mayoritas juga bisa memiliki peran maksimal dalam ekonomi Indonesia,” ujar Ketua Steering Commite Kongres Ekonomi Umat Lukmanul Hakim.

Meskipun umat Islam merupakan mayoritas, tetapi penguasaan ekonomi masih dipegang kelompok minoritas. Kondisi itu membuat keprihatinan sendiri bagi umat Islam, dan melahirkan gerakan yang fokus pada pemberdayaan ekonomi umat.

“Kesulitan, kefakiran, kemiskinan bisa menyebabkan kekufuran. Ini merupakan jihad kita, para alim ulama di MUI, masyarakat yang peduli pada ekonomi umat Islam agar bisa keluar dari kondisi kesulitan itu,” terang Lukman.

  • Bagikan