Daerah Memiliki Stok Vaksin Covid-19 Berlebih bahkan Hampir Kedaluwarsa, Kemenkes Sampaikan Ini

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sejumlah daerah dilaporkan memiliki stok vaksin Covid-19 berlebih. Bahkan, vaksin tersebut nyaris kedaluwarsa. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun segera merelokasi ke daerah yang membutuhkan.

Hingga kemarin (12/12) Kemenkes masih menerima laporan adanya daerah yang memiliki stok vaksin Covid-19 hampir kedaluwarsa.

”Tapi, masih pada tahap range wastage rate, yaitu 10–15 persen,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan terkait Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi. Dengan kata lain, kata dia, sisa vaksin di daerah rata-rata berkisar 10 sampai 15 persen.

Nadia menyebutkan, ada beberapa daerah yang memang berlebih stok vaksinnya. Dia tidak secara spesifik menyebut kabupaten atau kota. Hanya, wilayah itu berada di Jawa Tengah, Lampung, dan Kalimantan. ”Yang lebih stoknya sudah direlokasi ke provinsi lain yang membutuhkan,” jelas dia.

Dengan cara tersebut, diharapkan daerah yang kekurangan vaksin Covid-19 dapat tercukupi. Meski usaha pemerataan stok terus dilakukan, Nadia menegaskan bahwa potensi sisa vaksin itu pasti ada. ”Tidak selalu semua tepat dengan jumlah dosis vaksin dalam kemasan multivial,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah untuk memastikan vaksinasi sesuai target. Langkah tersebut menindaklanjuti instruksi presiden untuk mengurai persoalan di daerah.

Setelah menginventarisasi berbagai kendala, diharapkan ditemukan solusi sehingga percepatan vaksinasi bisa dilakukan. ”Kita mendengar satu-satu, target dan kendala-kendalanya apa,’’ ujarnya kemarin. Daerah pertama yang didatangi Tito adalah Sulawesi Tenggara pada Sabtu (11/12). Angka vaksinasi di provinsi itu berada di bawah 70 persen.

  • Bagikan