Relokasi Korban Erupsi Gunung Semeru, Pemerintah Siapkan Tiga Lokasi Milik Perhutani

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, LUMAJANG — Rencana relokasi warga yang tinggal di sekitar Gunung Semeru kian mendekati kenyataan. Pemerintah menyiapkan tiga lokasi alternatif di Lumajang. Semuanya lahan milik Perhutani.

Tiga lokasi itu masing-masing berada di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo; Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro; dan Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Semeru, kemarin Menteri BUMN Erick Thohir bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Indah Amperawati meninjau lokasi-lokasi tersebut.

”Saya melihat salah satu opsi yang memang sedang didiskusikan pemkab dengan pemerintah pusat. Di salah satu titik di Penanggal ada 12 hektare lebih. Tadi juga ada titik lain luasnya puluhan hektare. Nanti kita coba petakan yang terbaik. Kita harus solutif,” kata Erick Thohir di sekitar lapangan Desa Penanggal.

Menurut dia, relokasi menjadi salah satu penanganan yang harus diprioritaskan. Sebab, warga yang terdampak tidak bisa selamanya tinggal di posko pengungsian. Karena itu, Pemkab Lumajang diharapkan segera menentukan lokasi yang aman untuk tempat relokasi. Lokasi yang dipilih harus mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan warga. Terutama harus menjauhi beberapa tempat yang ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana. ”Kalau kita tidak punya strategi besar, masyarakat akan terus terdampak. Karena itu, perlu diskusi dengan pemerintah pusat, pemkab, dan masyarakat,” tambahnya.

Erick berharap relokasi itu tidak terhambat kebijakan birokrasi. ”Tetapi, yang penting begini, masyarakat mendapatkan alternatif. Tidak mungkin kehidupan mereka harus terhambat karena kebijakan birokrasi,” ujarnya. Dia menyadari relokasi masyarakat terdampak erupsi Semeru cukup kompleks. Karena itu, dia mengajak pemda dan pemerintah pusat diskusi bersama agar mendapatkan solusi terbaik untuk pengungsi.

  • Bagikan