Amnesty International Indonesia Sebut Sepanjang 2021, Pembela HAM Menjadi Kelompok Paling dalam Bahaya

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia diminta memperbaiki komitmennya terhadap penegakan hak asasi manusia (HAM). Sebab sepanjang 2021, pembela HAM menjadi salah satu kelompok yang paling dalam bahaya.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyatakan, serangan terhadap kelompok pembela HAM terus berlanjut. Hal itu terjadi baik secara luring maupun daring, dan hanya sedikit yang diusut secara tuntas. Sayangnya, aktor negara diduga banyak terlibat dalam serangan tersebut.

“Di antara bentuk serangan terhadap para pembela HAM adalah represi dan kriminalisasi hak mereka atas kebebasan berekspresi. Dalam kasus ini, penyalahgunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) masih terus terjadi. Di sisi lain, kelompok masyarakat di luar pembela HAM juga menjadi korban dari pasal karet di dalam aturan tersebut. Hal ini menunjukkan urgensi revisi UU ITE yang benar-benar berlandaskan perlindungan hak asasi,” kata Usman dalam keterangannya, Selasa (14/12).

“Kekerasan oleh aparat negara, terutama di Papua dan Papua Barat, juga menjadi catatan penting. Tahun lalu, kami menyoroti tren pelemahan hak asasi dan berharap tahun ini tertoreh catatan yang lebih baik. Apa yang terjadi? Tidak terlihat adanya perbaikan situasi HAM yang signifikan di negara ini,” imbuhnya.

Menurutnya seharusnya ada kebijakan yang dikeluarkan untuk memulihkan hak asasi. Namun kenyataannya kriminalisasi terhadap mereka yang mempraktikkan hak secara damai juga terus berlanjut. Bahkan, untuk kelompok pembela HAM, jumlahnya meningkat.

  • Bagikan