Cerita Antonius Gala soal Kronologi Penangkapan Arkin Ana Bira Lalu Meninggal di Kantor Polisi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, KUPANG – Arkin Ana Bira, 22, seorang tahanan meninggal dalam ruang tahanan Polsek Katiku Tana, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur pada Kamis (9/12/2021).

Keluarga armahum hingga saat ini masih meminta keadilan. Mereka mempertanyakan penyebab kematian korban di ruang tahanan.

“Banyak kejanggalan yang kami rasakan. Anak kami meninggal bukan karena sesak napas, tetapi karena dianiaya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Lius kepada JPNN.com, Selasa (14/12).

Arkin meninggal sehari setelah ditangkap oleh sejumlah anggota Polres Sumba Barat yang berpakaian preman di rumah Andreas M Pawolung, Rabu (8/12).

Menurut juru bicara keluarga korban, Antonius Gala, beberapa anggota Polisi datang dan mengepung rumah Andreias M Pawolung untuk menangkap Arkin.

Anggota Polisi tersebut menerobos masuk ke rumah Andreias selaku om korban sembari marah-marah. Pihak kepolisian sempat adu mulut dengan Andreias karena Polisi tersebut tidak memberikan surat penangkapan yang diminta oleh Andreias dan tidak menjelaskan kasus kejahatan apa yang dilakukan oleh korban.

Pada pukul 22.30 WITA , Arkin diamankan oleh empat orang Polisi berpakaian preman dengan membawa senjata lengkap. Tangan Arkin kemudian diborgol dan dibawa oleh sejumlah Polisi tersebut dengan menggunakan sepeda motor.

Sebelumnya pihak keluarga tidak mengetahui kasus apa yang disangkakan kepada Arkin. Mereka mengetahuinya setelah melihat postingan di facebook bahwa Arkin ditangkap karena kasus penganiayaan dan pencurian.

  • Bagikan