Daftar Harga Rokok di 2022, Kenaikan Rata-rata 12 Persen

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Tahun 2022 mendatang harga rokok menyentuh Rp38. 100 per bungkus. Harga tersebut merupakan imbas dari keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang kembali menaikkan harga jual eceran (HJE) terendah rokok rata-rata 12 persen. Aturan tersebut akan berlaku mulai 1 Januari 2022.

“Penyesuaian tarif (cukai) ini akan diikuti dengan kenaikan HJE. Ini tujuannya untuk comply ke UU Cukai agar tarif cukai tidak melebihi batas 57 persen dari HJE,” ujar Ani, sapaan akrabnya.

Selain itu, penyesuaian harga juga mempertimbangkan harga transaksi pasar (HTP) dan HJE telah melebihi 100 persen.

Dalam paparan Ani, batasan HJE minimum dinaikkan sama seperti rata-rata kenaikan tarif cukai rokok atau sebesar 12 persen.

LDengan penyesuaian tersebut, harga rokok di Indonesia naik menjadi Rp38.100 per bungkus untuk sigaret kretek mesin (SKM) isi 20 batang. Termahal ketiga di kawasan ASEAN, di bawah Singapura dan Malaysia.

Pemerintah juga menyederhanakan layer tarif cukai SKM-SPM IIA dan IIV dengan mempertimbangkan selisih tarif cukai yang rendah, pertumbuhan produksi golongan II, dampak terhadap penurunan produksi dan penerimaan tidak signifikan, serta terdapat pabrikan yang berada di 2 layer sekaligus.

Adapun daftar kenaikan harga antara lain:

SKM I naik dari Rp34.020 menjadi Rp38.100SKM IIA dan II B naik menjadi Rp22.800SPM I naik dari Rp35.800 menjadi Rp40.100SPM IIA dan SPM IIB naik menjadi Rp22.700, SKT IA naik dari Rp29.300 menjadi Rp32.700 SKT IB naik dari Rp20.300 menjadi Rp22.700SKT II naik dari Rp10.700 menjadi Rp12.000SKT III naik dari Rp9.000 menjadi Rp10.100.(manadopost/fajar)

  • Bagikan