RJ Lino Hadapi Sidang Putusan dalam Dugaan Korupsi Pengadaan QCC pada PT Pelindo II

  • Bagikan
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II tahun 2010 Richard Joost Lino bersiap mengikuti sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/11/2021). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Jost Lino akan menghadapi sidang putusan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) pada PT Pelindo II tahun 2011. Sidang akan digelar secara terbuka di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Sesuai penetapan majelis hakim, betul agenda sidang terdakwa Rj Lino hari ini (14/12/2021) adalah pembacaan putusan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Selasa (14/12).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini meyakini, pembuktian uraian analisa yuridis tim jaksa KPK dalam surat tuntutannya sudah sesuai hasil fakta- fakta persidangan. Sehingga tuntutan hukum enam tahun penjara kepada RJ Lino sudah sesuai fakta hukum.

“Kami optimistis terdakwa akan dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi sebagaimana uraian dakwaan jaksa,” tegas Ali.

Dalam tuntutannya Jaksa KPK, RJ Lino dituntut enam tahun pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Jaksa meyakini, bersalah mengakibatkan kerugian negara sebesar USD 1,99 juta.

RJ Lino dinilai memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co. Ltd. (HDHM) Tiongkok.

PT Pelindo II dalam proses pelelangan pada April 2009 merubah sperifikasi crane single lift QCC berkapasitas 40 ton. Meski demikian, tak ada satupun peserta lelang. Hingga akhirnya, PT Pelindo II menujuk langsung PT Barata Indonesia sebagai pemenang lelang. Sehingga terjadi negosiasi antara PT Pelindo II dengan PT Barata Indonesia.

  • Bagikan