Haji Ugi Sering Dicap Musyrik karena Tak Dipahami dengan Baik

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Prosesi Berhaji dalam Tradisi Bugis atau Haji Ugi mengandung banyak ritual yang kerap disalahpahami oleh kelompok tertentu. Ritual-ritual ini dibid’ahkan bahkan sampai dicap musyrik.

Di antara prosesi ritual Haji Ugi yang mendapat sorotan adalah mengambil Kiswah Kakbah. “Pernah kan ada haji dari Sulsel bikin heboh karena menggunting kiswah Kakbah. Ini memang ada dalam ritual Haji Ugi, tapi dilakukan dengan cara yang keliru oleh yang bersangkutan,” kata Dr Syamsurijal, Peneliti Madya dari Balai Penelitian dan Pengembangan Makassar (BLAM) dalam program Podcast Moderasi Beragama di Studio Fajar Online, beberapa waktu lalu.

Mengambil kiswah Kakbah hanya merupakan salah satu dari rangkaian prosesi Haji Ugi yang panjang. Secara garis besar, Haji Ugi dalam manuskrip Bugis terbagi dalam tiga tahap ritual. Yakni persiapan, pelaksanaan dan setelah berhaji. Mengambil kiswah ada di bagian pelaksanaan haji di tanah suci.

Syamsurijal menjelaskan, pada tahap persiapan yang sering disebut Manasik, calon Haji Ugi paling tidak melakukan tiga proses ritual. Yaitu Passalamakeng (Doa Selamat), Mallise Tase (Menyiapkan Bekal) dan Mappanguju Mate (Berangkat Menuju Kematian).

Untuk ritual Massalama, umumnya dilakukan dengan pembacaan Barazanji yang dipimpin oleh seorang ulama yang disebut Panritta Wanua. Tradisi ini masih dipertahankan oleh masyarakat di wilayah tradisional.

Setelah itu, dilakukan prosesi Mallise Tase, berupa memercikkan air dengan daun Dinging-dingin ke dalam tas calon Haji Ugi. Air tersebut sebelumnya dibacakan wirid yang berisikan tujuh nama Wali Agung. “Tapi bukan Walli Pitue yang itu. Tapi tujuh nama Ashabul Kahfi,” imbuh Syamsurijal.

  • Bagikan