Inflasi AS Naik, Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Masih akan Tertekan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih tertekan karena sentimen data ekonomi AS. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI) saat ini posisi rupiah berada di level Rp 14.348 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah mungkin masih berpeluang tertekan Hari ini karena kenaikan data inflasi produsen AS bulan November yang dirilis semalam,” kata Analis keuangan Ariston Tjendra kepada JawaPos.com, Rabu (15/12).

Ariston menyebut, data menunjukkan angka kenaikan 9,6 persen secara tahunan (year on year). Data tersebut semakin menguatkan persoalan kenaikan inflasi AS yang di luar kewajaran. Target inflasi Bank Sentral AS hanya 2 persen.

“Ini akan menjadi bahan pertimbangan Bank Sentral AS untuk mempercepat pengetatan moneter. Dinihari nanti Bank Sentral AS akan merilis keputusannya,” tuturnya.

Menurutnya, pelaku pasar berekspektasi akan ada penambahan pengurangan pembelian obligasi agar proses tapering berlangsung lebih cepat, yang kemudian akan diikuti dengan kenaikan suku bunga acuan. Pengetatan moneter akan mendorong penguatan dolar AS.

Sementara dari dalam negeri, Ariston menambahkan, data neraca perdagangan bulan November akan dirilis. Surplus yang besar seperti bulan sebelumnya bisa menopang nilai tukar rupiah.

“Hari ini mungkin rupiah bergerak melemah ke kisaran 14.380, dengan potensi support di kisaran 14.320,” pungkasnya. (jpg/fajar)

  • Bagikan