Ade Armando: Larangan Ucap Selamat Natal Tidak Ada di Alquran dan Hadis

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mengucapkan selamat Natal menjadi perdebatan musiman hampir setiap tahun jelang 25 Desember. Tahun ini yang menjadi sorotan adalah fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara yang melarang ucapan selamat Natal.

Fatwa tersebut dikeluarkan melalui Surat Edaran MUI Sumut dengan nomor 039/DP-PII/XII/2021 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Sumut, Maratua Simanjuntak.

MUI Sumut juga mengharamkan umat muslim memakai atribut natal karena tidak sesuai dengan syariat agama Islam.

Hal ini merujuk pada Fatwa MUI nomor 5 Tahun 1981 tentang Perayaan Natal Bersama yang dicetuskan pada 7 Maret 1981 oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Dosen Universitas Indonesia Ade Armando menegaskan hukum haram atau larangan mengucapkan selamat Natal pada umat Kristen tidak termuat dalam Al-Qur’an maupun Hadis Nabi.

“Jangan pernah percaya bahwa MUI pernah mengeluarkan fatwa dungu yang melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal. Itu semua tidak pernah ada,” tegas Ade armando dikutip dari YouTube Channel Cokro TV, Kamis (16/12/2021).

Menurutnya yang benar dari Fatwa MUI Pusat tahun 1981 itu adalah larangan bagi umat Islam untuk mengikuti upacara natal yang di dalamnya terdapat kegiatan peribadatan umat Kristen. Seperti misa, kebaktian dan sejenisnya.

Begitu juga banyaknya anggapan bahwa mengucapkan selamat natal tidak sejalan dengan ajaran Islam dalam Al Quran.

  • Bagikan