Putusan Sudah Inkrah, Gaji Edy Rahmat Dihentikan Mulai Januari 2022

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tersangka Korupsi proyek pembangunan infrastruktur di Sulsel, Edy Rahmat tidak lagi menerima gaji mulai Januari 2022 mendatang.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor) Makassar menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada eks Sekretaris PUTR Sulsel itu.

Kepala BKD Sulsel, Imran Jausi menyebut Edy Rahmat tidak menerima gaji setelah hasil persidangan dinyatakan inkrah.

“Sudah inkrah jadi tidak bisa dikasi gaji, kita sudah minta surat dari pengadilan tapi belum dikasi tiga hari lalu,”kata Imran, Rabu (15/12/2021).

Meski belum menerima salinan surat dari pengadilan, BKD Sulsel tetap menghentikan gaji dari Edy Rahmat.

“Bergantung nanti kalau dalam dua hari belum ada kita pergi jemput, minimal kita minta salinan,”ungkap Imran.

“Kita antisipasi jangan sampai Edy Rahmat pengembalian gaji jadi kita hentikan memang di Januari,”tambahnya.

Imran mengatakan, selama menjalani proses sidang, Edy Rahmat hanya menerima gaji sebesar 50 persen dari bulan Maret 2021.

“Bulan ini (Desember) masih terima dia gaji 50 persen, itu sejak Maret, jadi delapan bulan,”pungkasnya.

Diketahui, Edy Rahmat dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam dakwaan alternatif pertama, yakni pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana. (ikbal/fajar)

  • Bagikan