Giring Ikut Singgung Larangan Ucapan Natal, Bijak Banget!

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha angkat suara prihal perdebatan mengucapkan selamat Natal yang begitu sengit yang terjadi hampir setiap tahun.

Giring mengatakan, Indonesia terdiri atas beragam suku, agama, bahasa, ras, budaya, dan adat istiadat.

“Kunci penting dari hidup harmonis dan damai dalam keanekaragaman adalah saling mengakui dan menghormati keberadaan masing-masing,” kata Giring dalam keterangan tertulis, Jumat (17/12/2021).

Termasuk pengakuan terhadap keyakinan agama yang dianut seseorang. Menurut dia, mengucapkan selamat atas hari raya umat lain, berarti mengakui keberadaan dan eksistensi agama-agama yang ada di Indonesia.

“Sama halnya kita mengucapkan selamat ulang tahun atau selamat atas kesuksesan pada seseorang, berarti kita mengakui dia adalah sahabat dan saudara kita,” tegasnya.

Polemik soal ucapan Natal muncul kembali saat diketahui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melarang ucapan selamat Natal. Ucapan itu dinilai tak sesuai ajaran Islam. Hal tersebut tertuang dalam dokumen Tausyiah MUI Sumatera Utara Nomor 39/DP-PII/XII/2021.

“Melarang ucapan Natal sama artinya dengan upaya menafikan atau tidak mengakui keberadaan umat Kristiani. Ini yang saya sebut bertentangan dengan semangat kebhinekaan,” tegas Giring.

Oleh sebab itu, Giring mengajak rakyat Indonesia untuk menjaga kebersamaan dan persatuan dengan tidak mencederai semangat kebinekaan.

“Mari kita jaga Indonesia dengan menjaga kebinekaannya. Jangan sampai ada upaya mencederainya. Menjaga kebinekaan Indonesia berarti kita menjaga persatuan, menjaga kedamaian, dan menjaga keutuhan Indonesia,” pungkasnya. (dra/fajar)

  • Bagikan