Narapidana Meninggal saat Pengembangan Kasus Narkoba Dianggap Sesuai SOP

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Serahterima narapidana di Lapas Narkotika Sungguminasa, Andi Pattololo atau Andi Lolo kepada polisi untuk pengembangan kasus dianggap telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Meskipun pada akhirnya, serahterima itu membuat nyawa Andi Lolo melayang. Dia meninggal saat bersama polisi untuk pengembangan kasus narkoba, yang diduga masih punya erat kaitan dengan narapidana tersebut.

Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa yang saat itu masih dijabat oleh Yusran Saad, mengatakan, serahterima narapidana Andi Lolo kepada polisi telah sesuai aturan dan polisi telah memenuhi persyaratan adminstrasi.

“Dengan surat-surat administrasi lengkap, ada surat peminjamannya terhadap anggota yang menjemput dan juga izin dari Kanwil Kemenkumham,” katanya kepada wartawan.

“Sehingga setelah semua lengkap, baru kita lakukan serahterima narapidana tersebut dengan pihak penyidik Polri untuk pengembangan kasus,” sambung Yusran, sebelum dirinya dimutasi ke Kabid pelayanan tahanan, rehabilitasi, pengelolaan benda sitaan, barang rampasan negara, dan keamanan di Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara.

Menurut Yusran, seorang narapidana boleh dikeluarkan dari Lapas atas permintaan Polri atau pihak lainnya.

“Peminjaman narapidana, itu sudah diatur dalam Pasal 17 UU, bahwa peminjaman narapidana dalam rangka rekonstruksi, berkas, dan persidangan, bisa dlakukan di luar Lapas,” tambahnya.

Namun terkait dengan serahterima narapidana Andi Lolo yang akhirnya meninggal dunia, Yusran tak ingin berkomentar banyak karena pihak yang terakhir bersama dengan Andi Lolo adalah polisi.

  • Bagikan