Sambil Berurai Air Mata, Istri Napi yang Meninggal: Saya Akan Menuntut

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, PINRANG– Maryam tak mampu menyembunyikan kekecewaan atas meninggalnya sang suami, Andi Lolo. Ia mencurigai kematian sang suami tak wajar karena meninggal dengan banyak luka lebam di sekujur, patah tulang, dan ada luka bekas jarum di beberapa bagian tubuh.

Maryam yang ditemui di Desa Leppangang, Kecamatan Patampanua, Jumat, 17 Desember mengaku akan menuntut pertanggungjawaban terhadap kondisi suaminya yang meninggal dalam keadaan tak wajar.

“Pokoknya siapa yang terlibat saya menuntut yang lebih kejam dari apa yang dialami suami saya,” suara Maryam tertahan. Air matanya mengucur. Ia menyeka air mata dengan tisu.

Andi Lolo merupakan narapidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bollangi, Kabupaten Gowa. Andi divonis 15 tahun penjara dan telah menjalani masa hukuman enam tahun. Ia meninggal dunia usai dijemput polisi, Rabu, 15 Desember.

Plt Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ade Indrawan membenarkan kejadian itu. Saat ini kata dia kasusnya sedang diselidiki.

“Penyebab kematiannya belum diketahui. Masih menunggu hasil autopsi,” singkat Ade.

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawan, mengatakan akan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dan apabila ada yang melanggar SOP ataupun Protap yang telah ditetapkan maka akan ditindak sesuai dengan kode etik Kepolisian.

“Sementara menunggu hasil autopsi dari Bid Dokkes Polda Sulsel untuk tindak lanjutnya,” katanya. (abd-mum/fajar)

  • Bagikan