BMKG Pasang 17 Seismograf untuk Meningkatkan Keakuratan Informasi Peringatan Dini Tsunami

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meresmikan pemasangan sensor seismograf di Kecamatan Candi Abang, Jogjakarta, Sabtu (18/12) lalu. Pemasangan seismograf dengan kode Sensor SYJI tersebut menandai dimulainya instalasi 17 seismograf di seluruh wilayah Indonesia.

Dwikorita memaparkan, sebelumnya telah terpasang sebanyak 411 sensor dalam Jaringan Sistem Monitoring Gempabumi. Menurutnya, dengan tambahan 17 sensor ini, maka saat ini telah terpasang 428 sensor.

Penentuan jumlah dan lokasi penempatan sensor, berdasarkan historis sumber-sumber gempabumi yang telah terjadi yaitu pertemuan antar lempeng tektonik seperti Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng filipina, serta sesar atau patahan aktif yang telah teridentifikasi. Hal tersebut telah dievaluasi dan diperhitungkan oleh BMKG bersama Tim Ahli dari Insititut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Pembangunan shelter dan jaringan seismograf ini diperlukan untuk merapatkan jaringan guna meningkatkan performa kecepatan dan keakuratan informasi dan peringatan dini tsunami di BMKG,” kata Dwikorita dalam keterangannya, Senin (20/12).

“Dengan adanya penambahan seismograf ini, kami ingin maksimalkan dalam memberikan layanan informasi cuaca, iklim, gempa bumi serta tsunami secara cepat, tepat, dan akurat,” imbuhnya.

Dwikorita menyebut sejak 2016 BMKG semakin menyadari bahwa Indonesia adalah wilayah yang sangat rawan bencana, namun tidak dibekali dengan persenjataan teknologi yang canggih. Karena itu, BMKG terus melakukan penambahan dan pembaharuan alat dan teknologi guna menjaga keselamatan masyarakat terhadap bencana.

  • Bagikan