Capres Non Muslim Belum Bisa Diterima Masyakarat, Alasannya?

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) menjabarkan hasil jajak pendapat dalam Diskusi Publik “Dapur KedaiKOPI: Tutup Tahun 2021, Ini Kata Publik Tentang Calon Pemimpin 2024”, di Wiken Koffie, Tebet Barat, Jakarta Selatan, Minggu (19/12/2021).

Salah satu hasil surveinya menyebut pemilih masih memprioritaskan calon presiden yang beragama Islam dibandingkan dari non-muslim.

Direktur Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo mengatakan karena Indonesia masyarakatnya mayoritas muslim, maka responden masih dominan memilih calon pemimpinnya yang beragama Islam.

“Dalam memilih calon presiden, para responden masih dominan mengatakan bahwa mereka tidak akan memilih Capres dari golongan non-muslim (79.7%), dan 20.3% sisanya mengatakan sebaliknya,” ungkap Kunto Adi.

Hal ini mereka yakini karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.

Sedangkan dari perspektif Jawa dan non-Jawa, sebanyak 61.0% menyatakan ingin memilih Capres bukan dari suku Jawa dan yang memilih sebaliknya sebanyak 39.0%.

“Dilihat dari data, ternyata tren memilih calon presiden dari suku Jawa sudah menurun dengan alasan terbesar bahwa semua suku adalah sama,” bebernya.

Survei Opini Publik Menuju 2024 diselenggarakan pada tanggal 16-24 November 2021.

Survei dilakukan dengan metode Face to Face Interview (Home Visit), kepada 1200 responden yang berada di 34 provinsi dengan Error Sampling sebesar ± 2.83% pada pada interval kepercayaan 95.0%. (dra/fajar)

  • Bagikan