Sepekan Pasca Gempa Laut Flores, Anak-anak Belum Bersekolah

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SELAYAR — Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang sempat mengguncang Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berdampak pada warga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Padahal, gempa yang sempat berpotensi tsunami itu sudah lewat sepekan yang lalu. Namun anak-anak hingga orang dewasa masih bertahan di lokasi pengungsian.

Terutama anak sekolah. Mereka masih bertahan bersama orang tua mereka di tenda pengungsian. Salah satunya di Dusun Bonto-bonto, Desa Kalaotoa, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kasat Sabhara Polres Pelabuhan, Iptu Asfada yang memberikan bantuan melihat banyak anak-anak yang masih bertahan di tenda pengungsian dan belum masuk sekolah.

“Sejak gempa, anak sekolah tidak ada aktifitas,” kata Asfada via pesan singkat, Selasa (21/12/2021).

Perwira polisi yang juga berdarah Kabupaten Kepulauan Selayar ini melanjutkan, kebutuhan sinyal di sekitaran daerah tersebut belum sepenuhnya mendukung.

“Di sini jaringan belum terlalu mendukung. Kadang baik, kadang hilang. Jadi kita kondisikan saja apa yang ada di lokasi ini,” terang Asfada.

Selain itu, untuk membantu menghilangkan rasa takut pada anak-anak pasca diguncang sepekan lalu, lanjut Asfada, pihaknya turut membantu pihak terkait melakukan trauma healing kepada anak-anak korban gempa.

“Kami membantu Kegiatan yg dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendelian Penduduk dan KB DP3A Dalduk KB Pemprov Sulsel,” tambahnya.

  • Bagikan