Ketua PBNU Minta Panitia Muktamar Meneliti secara Detail Legalitas Peserta

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Salah satu isu santer yang kemarin menjadi perhatian adalah legalitas peserta muktamar. Terutama yang memiliki hak suara dalam pemilihan ketua umum PBNU. Di arena muktamar beredar kabar tentang lolosnya beberapa peserta yang tak memenuhi syarat pendaftaran.

Ketua PBNU Saifullah Yusuf juga mendengar kabar tersebut.

Karena itu, dia meminta panitia muktamar meneliti dengan detail proses pendaftaran peserta muktamar. “Panitia harus duduk bersama PBNU untuk memastikan siapa peserta yang bisa datang. Sebab, saya lihat, ada beberapa yang masuk dengan SK (surat keputusan) yang tidak ditandatangani rais am dan katib am,’’ katanya.

Sebagaimana diketahui, untuk menjadi peserta muktamar yang memiliki hak suara, pengurus NU harus menunjukkan SK yang ditandatangani rais am, katib am, ketua Dewan Tanfidziyah, dan sekretaris Dewan Tanfidziyah. Gus Ipul –sapaan Saifullah Yusuf– menyebutkan, di Jawa Tengah bahkan ada satu cabang yang bermasalah, namun bisa lolos menjadi peserta muktamar setelah mendaftar melalui sistem online.

“Karena itu, saya berharap panitia benar-benar mengecek. Jangan sampai ada orang yang haknya terambil atau yang tidak ada hak justru menjadi peserta,” ujarnya saat ditemui Radar Lampung di acara Ngopi Bareng Gus Yahya di Novotel Lampung, kemarin (21/12).

Gus Ipul melanjutkan, pihaknya menemukan 60 SK PCNU se-Indonesia yang mati karena belum melakukan konferensi daerah. Itulah yang membuatnya mendesak panitia untuk teliti dan segera menyelesaikan persoalan tersebut sebelum muktamar dimulai hari ini.

  • Bagikan