Pengungsian Korban Erupsi Gunung Semeru Jadi Lokasi Syuting Sinetron, Yandri Susanto Sampaikan Ini

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Media sosial dihebohkan dengan viralnya syuting sinetron di lokasi peungungsian korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Hal ini pun menuai kecaman dari banyak pihak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, meminta pihak-pihak terkait melakukan pelarangan terkait proses syuting tersebut. Hal ini lantaran kegiatan tersebut sangat tidak etis.

“Ya semua pihak harus ikut mengawasi semua kegiatan yang tak patut dilaksanakan di area pengungsian harusnya dilarang,” ujar Yandri kepada wartawan, Kamis (23/12).

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) menambahkan, jika proses syuting tersebut masih dilakukan. Maka pihak-pihak terkait bisa melakukan pembubaran paksa. “Dan dibubarkan bila masih nekat,” tegasnya.

Sebelumnya, media sosial tengah dihebohkan oleh video pendek yang diduga memperlihatkan lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur dipakai untuk lokasi syuting sinetron. Warganet pun ramai-ramai menghujat kegiatan tersebut.

Kegiatan syuting tersebut dianggap tidak sesuai dengan keadaan para korban yang tengah berduka akibat menjadi korban erupsi semeru. Dalam video yang beredar terlihat dua orang lakon sedang adu peran.

Terlihat juga banyak kru sinetron di sekitarnya. Tak lupa warga baik tua dan muda bahkan anak-anak yang turut jadi saksi proses ambil gambar adegan itu.

Warganet yang mengetahui hal ini pun kesal. Sebab, bencana belum usai, tapi lokasi sudah dibuat syuting dan disaksikan oleh korban utamanya anak-anak. Salah satunya diungkapkan oleh akun Instagram @cakyo_saversemeru.

“Bencana bukan drama. Ketika kami relawan lokal, yang tidak punya nama untuk membantu saudara sendiri penuh dengan drama. Sekarang lokasi pengungsian justru dijadikan lokasi syuting sebuah drama. INI BENCANA BUKAN DRAMA, JANGAN JADIKAN BENCANA SEBUAH DRAMA,” tulisnya.

Bukan hanya video, sebuah lembar izin dengan kop Pemerintah Kabupaten Lumajang pun tersebar. Surat tersebut tertulis sebagai Lembar Disposisi.

Dalam sub bagian tertulis surat permohonan izin kerja sama liputan sebuah program kesehatan. Program ini lain lagi dengan sinetron tersebut. Namun dalam tulisan tertera sudah disetujui. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan