Kemenkumham Sulsel Bahas Perlindungan Hak Cipta Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

  • Bagikan

Fajar.co.id, Makassar — Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Sulsel, Anggoro Dasananto, membahas Perlindungan Hak Cipta Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif pada kegiatan Fasilitasi Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar di Hotel Karebosi Premier.

Anggoro mengatakan, Ciptaan adalah setiap hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang diekspresikan dalam bentuk nyata.

Sedangkan Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah sutu ciptaan diwujudkan daalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Sementara Hak terkait adalah hak yang berkaitan dengan Hak Cipta yang merupakan hak eksklusif bagi pelaku pertunjukan, produser fonogram, atau lembaga Penyiaran,” kata Anggoro.

Lanjut Anggoro menjelaskan, pencipta atau pemegang hak cipta memiliki dua hak eksklusif yaitu, Pertama Hak Moral yaitu hak yang melekat secara abadi pada diri Pencipta untuk tetap mencantumkan atau tidak mencantumkan namanya pada salinan sehubungan dengan pemakaian ciptaannya untuk umum.

Kedua, Hak ekonomi yaitu hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta, Pemilik Hak Terkait untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas Ciptaan dan atau Produk Hak Terkait.

Dalam paparannya Anggoro menekankan pelanggaran atas hak cipta dapat dikenai sanksi pidana atau gugatan perdata berupa permintaan ganti rugi atas penlanggaran hak cipta.

  • Bagikan