Mengawal Kelangsungan Bisnis UMKM Melalui Pemanfaatan DIGIPay Pada Layanan KPPN Makassar II

  • Bagikan

Oleh: Gunawan Setiono(Pegawai KPPN Makassar II)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –– Perubahan adalah suatu keniscayaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 memberi dampak perubahan gaya hidup bagi masyarakat. Tingginya ketidakpastian saat pandemi Covid-19 mengakibatkan terjadinya pergeseran pola bisnis dan penerapan bisnis model yang tidak biasa.

Pergeseran ekonomi konvensional yang dahulu diprediksikan masih membutuhkan waktu untuk implementasi di masyarakat ternyata dalam kondisi pandemik seperti saat ini, semua pihak dituntut untuk beradaptasi dengan bisnis model yang baru.

Hal ini membuat pelaku usaha dipaksa harus mengikuti dan melakukan berbagai perubahan terobosan yang inovatif untuk bisa bertahan pada situasi ekonomi baru.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penyedia barang/jasa yang merupakan salah satu supplier yang menerima pembayaran atas beban APBN dinilai sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 hingga mengancam kelangsungan bisnis banyak pelaku.

Salah satu dampaknya, UMKM mengalami penurunan pendapatan dan omset. Kendala keuangan itu berimbas terhadap para karyawan/pekerja, karena penurunan kegiatan operasional kerap berakhir dengan pengurangan jumlah karyawan/ pegawai.

Beberapa jenis model bisnis dan pekerjaan di Indonesia sudah terkena dampak dari arus era digitalisasi atau disrupsi teknologi dan pandemi covid-19.

Gejala-gejala transformasi di Indonesia yang tampak saat ini adalah toko konvensional yang ada sudah mulai tergantikan dengan model bisnis marketplace. Pembatasan pertemuan, pembatasan aktivitas berkerumun menjadi pemicu perlu adanya inovasi dengan pemanfaatan teknologi.

  • Bagikan