Ada Indikasi Kecurangan saat Liga 3 Digelar di Enrekang

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Peristiwa pemukulan terhadap wasit di laga Liga 3 zona Sulsel antara Gasma Enrekang vs PS Nene Mallomo sontak membuat pecinta sepakbola di seluruh Indonesia geger.

Laga yang digelar di Stadion Bumi Massenrempulu (Maspul) Enrekang, Jumat, 23 Desember 2021, kemari itu mempertontonkan aksi tak terpuji yang dilakukan pemain PS Nene Mallomo.

Salah seorang pengamat bola Sulawesi Selatan, Sadakati Sukma sangat menyayangkan peristiwa itu terjadi. Menurutnya, apapun masalah yang terjadi pemain semestinya tidak bereaksi berlebihan seperti itu, karena sepakbola adalah olahraga pemersatu.

Meski demikian dia juga berpendapat, seharusnya Asprov Sulsel dan PSSI menelusuri penyebab masalah tersebut. Pasalnya, beberapa klub memang sudah membuat laporan dan curhat di media sosial mengenai keberpihakan pengadil lapangan untuk tim tuan rumah dalam hal ini Gasma Enrekang.

“Saya selalu mengikuti perkembangan liga 3 mulai dari babak penyisihan grup sampai sekarang. Memang ada beberapa klub yang curhat di media sosial, bahwa mereka mengalami kekalahan bukan karena ketidakmampuan tim, tapi ada faktor di samping itu termasuk keberpihakan wasit,” ungkapnya kepada FAJAR, Sabtu, 25 Desember 2021.

Selama Enrekang menjadi tuan rumah liga 3 zona Sulsel, beberapa pertandingan memang selalu diakhiri dengan kericuhan. Penyebab utamanya semua sama, keberpihakan wasit kepada Gasma Enrekang.

“Ini tidak sekali terjadi, kasus di Enrekang berentetan terjadi, seperti saat Gasta Takalar. Padahal liga 3 adalah pangkal untuk melahirkan klub terbaik yang akan dipromosikan ke liga dua. Jangan sampai kita malu kalau klub settingan berlaga di tingkat nasional,” ujarnya.

  • Bagikan