Leg Kedua Semifinal Piala AFF 2020, Harus Tuntas di Waktu Normal!

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID — Indonesia punya pengalaman sedikit manis, tapi lebih banyak pahitnya, terkait dengan adu penalti di Piala AFF. Pernah merasakan menang dalam perebutan tempat ketiga edisi 1998, tapi justru menjadi pecundang dalam duel yang lebih penting empat tahun kemudian, di depan publik sendiri pula.

Kemungkinan adu penalti itu terbuka lebar di semifinal kedua Piala AFF malam ini antara Indonesia dan Singapura menyusul hasil imbang 1-1 di semifinal pertama. Berkaca pada resume statistik laga pertama tersebut, performa kedua tim bisa dibilang berimbang.

Penguasaan bola berselisih tak banyak. Begitu pula jumlah tendangan, yang melenceng maupun yang tepat sasaran. Indonesia dominan di babak pertama, Singapura tampil lebih baik di babak kedua.

Tapi, Shin Tae-yong (STY) sangat berharap pasukannya bisa menuntaskan perlawanan The Lions –julukan Singapura– dalam waktu normal. Maklum, adu penalti sangat menuntut kekuatan mental, sesuatu yang riskan bagi Garuda yang mayoritas dihuni pemain berusia 24 tahun ke bawah. Apalagi, duel bakal kembali dihelat di kandang lawan di Stadion Nasional.

”Saya tidak memikirkan penalti dan siapa penendangnya. Saya ingin Indonesia menyelesaikan pertandingan sebelum itu,” ujarnya dalam jumpa pers virtual kemarin.

Adu penalti terakhir Indonesia terjadi saat kalah 2-4 oleh Thailand dalam final Piala Tiger (kini Piala AFF) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Semifinal Piala AFF kali ini tidak memberlakukan aturan gol tandang meski digelar dengan sistem dua leg. Artinya, skor 1-1 pada leg pertama tidak menghadirkan keuntungan, baik bagi Indonesia maupun Singapura.

  • Bagikan