Tidak Ada Ampun, PSSI Minta Pemain yang Keroyok Wasit Dilaporkan ke Polisi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—PSSI mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap wasit Romi Daeng Rewa yang memimpin pertandingan antara Gasma Enrekenang dan PS Nene Mallomo Sidrap dalam final Liga 3 Sulawesi Selatan di Stadion Bumi Massenrempulu, Enrekang, Jumat kemarin. PSSI bahkan meminta seluruh pelaku dilaporkan ke polisi.

“Ini perbuatan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Selain akan mendapat hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) Asprov Sulawesi Selatan, pemain yang terlibat memukuli wasit juga akan dilaporkan ke kepolisian untuk diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Sekjen PSSI Yunus Nusi di situs resmi PSSI.

Yunus menegaskan, Komdis Asprov Sulsel harus menghukum semua yang terlibat dalam insiden ini. Bukan hanya pemain, tapi juga klub dan ofisial.

Bagi Yunus, kejadian seperti itu sama seklai tidak pantas di sepak bola Indonesia. Tindakan pemain bukan hanya melukai wasit namun juga mencederai sportivitas di lapangan hijau.

“Hukum seberat-beratnya. Kelakuan pemain seperti itu tidak pantas dilakukan. Dengan hukuman berat, akan menjadi efek jera bagi siapapun pemain untuk tidak mencoba melakukan hal yang sama,” jelasnya.

Romi harus dilarikan ke rumah sakit akibat insiden itu dan mendapat 10 jahitan. Dalam video yang beredar di sosial media, terlihat salah seorang pemain Nene Mallomo memukul Romi karena tak puas dengan keputusannya.

Aksi ini menjadi awal mula kericuhan terjadi. Beberapa pemain Nene Mallomo ikut mengeroyok wasit Romi yang sudah tersungkur. Mereka menendang tubuh Romi yang sudah tak berdaya. (amr)

  • Bagikan