Bupati Buol Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara akan Berdampak pada Peningkatan Ekonomi Kabupaten Buol

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah berencana memindah ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur pada semester I 2024. Rencana tersebut tertuang dalam Rancangan Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara (RUU IKN) yang masih dalam proses penyusunan menjadi undang-undang.

Dalam RUU IKN, pemerintah berencana membangun ibu kota negara ke wilayah Kalimantan Timur dengan lahan seluas 256 ribu hektare. Pemerintah juga memuat rencana induk pengelolaan IKN yang berisi strategi pentahapan dan langkah-langkah serta regulasi yang dibutuhkan.

Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amirudin Rauf mengemukakan, rencana perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur, memberikan peluang peningkatan ekonomi Buol.

”Perpindahan ibu kota negara, tidak hanya sekadar perpindahan pusat pemerintahan. Tetapi lebih jauh dari itu adalah satu peluang ekonomi bagi daerah lain di sekitar Kalimantan termasuk Kabupaten Buol, Sulteng,” kata Amirudin Rauf seperti dilansir dari Antara di Buol.

Menurut Amirudin Rauf, letak Pulau Sulawesi yang dekat dengan Kalimantan, sangat strategis untuk memaksimalkan pembangunan ekonomi daerah, seiring dengan perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan. Begitu juga daerah daerah-daerah lain yang berdekatan dengan Pulau Kalimantan.

”Daerah akan memanfaatkan dampak ekonomi dari perpindahan ibu kota negara,” tutur Amirudin.

Untuk itu, Amirudin Rauf menilai rencana memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, merupakan satu upaya dan kebijakan pemerintah pusat, untuk membangun pemerataan ekonomi. ”Pemindahan ibu kota negara akan memastikan pemerataan pembangunan dan pemerataan ekonomi di Indonesia, secara kalkulatif, kawasan Indonesia timur akan menerima efek dari kebijakan ini,” ucap Amirudin Rauf.

  • Bagikan