Cikal Bakal BMKG, Dimulai Sejak 1 Abad Sebelum Indonesia Merdeka

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mendengar kata gempa atau bila anda merasakan gempa, sebagian masyarakat langsung mencari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Masyarakat ingin tahu soal titik gempa, berkekuatan berapa, dan berpotensi atau tidaknya tsunami atas guncangan alam itu. Selain pemberi informasi terkait gempa atau pun cuaca, BMKG juga hadir sebagai penerang atas segala informasi simpang siur yang mudah tersebar di masyarakat.

Hal itu tentu membuat BMKG dibuat sibuk untuk memberikan informasi ke publik terkait gempa atau pun prakiraan cuaca setiap saat. Bahkan saat larut malam sekali pun.

Namun, masyarakat juga harus tahu soal asal usul, sejarah BMKG hingga namanya besar dan paling dicari-cari masyarakat.

Dikutip dari laman resmi BMKG, sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada tahun 1841 diawali dengan pengamatan yang dilakukan secara perorangan oleh Dr. Onnen, Kepala Rumah Sakit di Bogor.

Tahun demi tahun kegiatannya berkembang sesuai dengan semakin diperlukannya data hasil pengamatan cuaca dan geofisika.

Pada tahun 1866, kegiatan pengamatan perorangan tersebut oleh Pemerintah Hindia Belanda diresmikan menjadi instansi pemerintah, dengan nama Magnetisch en Meteorologisch Observatorium atau Observatorium Magnetik dan Meteorologi dipimpin oleh Dr. Bergsma.

Pada tahun 1879, dibangun jaringan penakar hujan sebanyak 74 stasiun pengamatan di Jawa. Pada tahun 1902 pengamatan medan magnet bumi dipindahkan dari Jakarta ke Bogor.

  • Bagikan