Kopda Andreas Buka Suara, Kolonel Priyanto Tak Bisa Mengelak, Terancam Hukuman Seumur Hidup

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kopda Andreas Dwi Atmoko membeberkan fakta kasus pembuangan mayat sejoli Salsabila dan Handi Saputra. Pengakuan Kopda Andreas Dwi Atmoko membuat Kolonel Priyanto terpojok.

Kopda Andreas Dwi Atmoko bersama Kolonel Priyanto dan Koptu A Sholeh membuang mayat Salsabila dan Handi Saputra ke sungai di Sungai Serayu, Cilacap, Jawa Tengah.

Mayat sejoli Salsabila dan Handi Saputra dilempar dari atas jembatan.

Salsabila dan Handi Saputra merupakan korban kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menurut Kopda Andreas, mayat Salsabila dan Handi dinaikkan ke mobil yang mereka tumpangi, Isuzu Panther warna hitam Nopol B 300 Q.

Anggota Kodim 0730/Gunungkidul, Kodam IV/Diponegoro ini sempat menyarankan kepada Kolonel Priyanto untuk membawa kedua korban ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Akan tetapi Kolonel Priyanto menolak dan mengambil alih kemudi mobil.

Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke Jogjakarta sambil membawa mayat Salsabila dan Handi.

“Sesampainya di Sungai Serayu daerah Cilacap sekitar pukul 21.00 WIB, Kolonel Inf Priyanto memerintahkan untuk membuang kedua korban ke dalam Sungai Serayu dari atas jembatan,” kata Kpda Andreas dalam pernyataannya, Minggu (26/12/2021).

Kopda Andreas menceritakan detik-detik mayat sejoli Salsabila dan Handi dilempar ke sungai dari atas jembatan.

Andreas mengaku turun dari mobil bersama Kolonel Priyanto untuk membuang mayat Salsabila dan Handi. Sedangkan Koptu A Sholeh tetap berada di atas mobil.

  • Bagikan