Menteri PPPA Korban Berani Melaporkan Kasus Kekerasan Seksual yang Dialami

  • Bagikan
Aksi Demonstrasi mendesak DPR RI Sahkan RUU TPK (Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual) di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2021). Massa yang sebagian besar perempuan ini menolak kekerasaan seksual. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, keberanian melaporkan kasus kekerasan merupakan hal yang sangat penting. Hal ini agar fenomena gunung es atas setiap kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak dapat segera ditangani dan dilakukan pendampingan.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini adalah fenomena gunung es di masyarakat. Data kasus kekerasan yang masuk ke SIMFONI PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) dengan kenyataan di lapangan juga masih ada kesenjangan artinya masih ada kasus yang tidak terlaporkan,” ungkap dia dikutip, Senin (27/12).

Dirinya pun memberikan penghormatan atas keberanian para perempuan yang mulai berani ‘speak up’ untuk melaporkan kasus kekerasan yang menimpa diri mereka sendiri, keluarga mereka ataupun yang melihat kekerasan yang terjadi di sekeliling mereka.

“Di media sosial saat ini banyak bermunculan perempuan-perempuan yang berani melaporkan kasus kekerasan yang menimpa diri mereka, keluarga mereka ataupun yang melihat kasus kekerasan di sekeliling mereka. Yang saya apresiasi adalah mereka ini berani bicara, bersuara dan melaporkan kasusnya,” tambahnya.

Adapun, kaum perempuan yang lebih dominan melaporkan kekerasan seksual ini diharapkan dapat lebih sensitif, terutama sang ibu ketika melihat perubahan yang terjadi pada anak-anaknya. Mereka harus memastikan anaknya aman, terlebih saat ini anak-anak juga merasa tidak aman di sebagian lembaga-lembaga pendidikan beragama.

  • Bagikan