Pengiriman Barang Antarpulau Naik Signifikan, Pengusaha Minta Kemudahan Sertifikasi Kapal

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Penurunan kasus Covid-19 berdampak positif pada produktivitas perusahaan. Produksi industri yang bergerak di sektor barang konsumsi, dasar dan kimia, serta pertanian meningkat seiring pulihnya perekonomian. Kenaikan produktivitas tersebut memicu pengiriman barang via kapal.

Berdasar catatan Indonesia Shipowners’ Association (Insa) Surabaya, industri sempat turun setelah terimbas pandemi Covid-19. Bahkan, penurunan terjadi hingga 10 persen. Berkurangnya pemesanan ruang kapal sempat membuat pengusaha ketir-ketir.

Ketua Insa Surabaya Stenvens Handry Lesawengen menjelaskan, peningkatan industri pelayaran terjadi seiring berkurangnya kasus Covid-19. Sejumlah pelabuhan yang sempat lockdown dibuka kembali. ’’Kami mencatat ada kenaikan 3 persen dibanding tahun 2020 atau saat awal pandemi,” kata Stenvens.

Dia optimistis pertumbuhan sektor pelayaran juga akan terjadi pada awal 2022. Namun, belum bisa diprediksi berapa kenaikannya. ’’Selama persebaran Omicron bisa dikendalikan, kami optimistis usaha pelayaran akan terus tumbuh,” tambah Stenvens.

Menurut dia, kenaikan pengiriman barang memang tak lepas dari produktivitas pabrik. Produksi industri terus meningkat. Mereka terus berupaya menggenjot ekspansi untuk menutup pendapatan.

Saat ini, kata Stenvens, peningkatan lebih banyak terjadi pada pelayaran domestik. Pengiriman barang antarpulau mengalami kenaikan cukup signifikan. Peningkatan sektor logistik juga dipengaruhi adanya inovasi dari perusahan pelayaran.

Terkait keluhan pengusaha, Stenvens menyebut ada sejumlah hal yang perlu dilakukan pemerintah. Tentunya tidak sekadar peningkatan infrastruktur di seluruh pelabuhan. Stenvens juga menyoroti masalah sertifikasi kapal.

  • Bagikan