Penjelasan Satgas Covid-19 Bone Soal Meninggalnya Dua Warga Bone Setelah Vaksin

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BONE — Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Bone, drg. Yusuf Tolo menanggapi terkait meninggalnya lansia dan pelajar setelah vaksin.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Bone itu, tentu prihatin dengan apa yang dialami korban. Tetapi pihaknya sudah menjalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

“Setiap pelaksanaan vaksinasi dilakukan screening. Hanya yang memenuhi syarat saja saat itu yang divaksin. Kalau tidak memenuhi syarat mana mungkin kita berani melakukan vaksin,” katanya Senin (27/12/2021).

Kata dia, sebelum dilakukan vaksin harus melalui tracking dan harus memenuhi syarat, misal tekanan darah normal, apakah memiliki penyakit penyerta. Bagi perempuan, tidak hamil dan beberapa syarat lainnya.

“Kita tidak boleh menyimpulkan peristiwa itu karena vaksin. Harus tabayun dulu, karena peristiwa-peristiwa setelah vaksin ini pasti ada anomali. Anomali itu begini, kalau peristiwanya mayoritas itu berarti sebuah sistem yang harus diwaspadai,” ucapnya.

Yusuf menambahkan, dari sekian banyak yang sudah divaksin sejauh ini aman. Tentu tidak menutup kemungkinan adanya kasus yang secara individu tidak sesuai yang diharapkan.

“Tetapi sepanjang dilakukan sesuai SOP yang ada maka kemungkinan itu bisa kita minimalisir,” jelasnya.

Sekadar diketahui dua warga Bumi Arung Palakka meninggal dengan dugaan setelah menerima suntikan vaksin.

Kedua orang itu yakni, Warga Dusun Batu Lappa Desa Samaenre Kecamatan Bengo, Seleng (80 tahun) meninggal usai mendapat vaksinasi covid-19. Kemudian, Andi Nur Widya (13) warga Desa Gattareng. (agung/fajar)

  • Bagikan