Bahan Pokok Melonjak Jelang Tahun Baru, IKAPPI Beri Rapor Merah kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian

  • Bagikan
Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/12/2021). Jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai naik. pedagang mengklaim, kenaikan harga dipicu karena kelangkaan barang. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyayangkan beberapa komoditas pada akhir tahun mengalami lonjakan cukup tinggi. Berdasarkan catatan IKAPPI, beberapa bahan pokok (bapok) di luar dugaan mengalami kenaikan yang tidak wajar dan baru pertama kali ini terjadi. Hal itu menjadi rapot merah bagi pemerintah dalam pemenuhan pangan.

Terdapat tiga komoditas yang mengalami kenaikan diantaranya, minyak goreng, cabai rawit merah, dan telur. Tiga komoditas yang cukup mengejutkan masyarakat khususnya para ibu di tengah momentum pergantian tahun.

“Jujur kami IKAPPI tidak menduga bahwa kenaikan harga pangan yang relatif panjang dan tinggi ini terjadi pada akhir tahun 2021,” kata Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan dalam keterangan resminya, Selasa (28/12).

Reynaldi menjabarkan, minyak goreng yang mengalami kenaikan yang cukup fantastis belum pernah terjadi. Pemicu melonjaknya harga minyak goreng karena harga kelapa sawit atau CPO dunia sedang tinggi yang mempengaruhi harga minyak goreng curah dan kemasan.

“Kami berharap pemerintah mengantisipasi dan melakukan upaya lanjutan sehingga tahun 2022 minyak goreng segera bisa turun harganya,” tuturnya.

Kemudian, terkait kenaikan cabai rawit merah karena komoditas yang rutin terjadi pada akhir tahun. Terdapat dua faktor yang membuat harga cukup tinggi yang pertama karena cuaca dan karena permintaan tinggi supply dan demand tidak seimbang.

  • Bagikan